Life is Once for Danish #part1

July 24, 2011

Dalam perbincangan hangat dengan keluarga Indonesia, yang sudah lama menetap di Copenhagen-Denmark, saya pun berdiskusi mengenai alasan penduduk Eropa, khususnya Denmark dengan gaya hidup yang sangat ‘eco-friendly’. (Diluar hal yang saya sadari bahwa dengan status negara maju tentunya perut sudah bukan jadi hal yang dikejar tapi bagaimana meningkatkan kualitas hidup).

They said: “Because of their philosophy that life is once.”

Terinspirasi dengan philosophy mereka, sejak saat itu hingga saat ini, saya pun selalu menerapkan philosophy ini dalam segala aspek kehidupan. Yes, because life is once so if you do it right, once is enough.

Philosophy hidup inilah yang mendorong mereka ingin menjadikan hidupnya sangat berkualitas, dan secara langsung maupun tidak berdampak terhadap lingkungan disekitar mereka.

Let me tell the stories sembari berjalan-jalan. 

Excited! Satu kata yang terlukis ketika saya mendapat email dari panitia summit lingkungan di Swedia bahwa mereka menyarankan kami untuk memesan tiket perjalanan kami ke Copenhagen, Denmark, bukan Stockholm di Swedia. Ternyata karena kota di Swedia yang akan saya kunjungi jaraknya lebih dekat 4 jam waktu tempuhnya dibandingkan melalui stockholm.

Hari yang saya tunggu pun tiba, lagi dan lagi Allah mengabulkan doa saya yang menurut saya tidak mungkin. Sudah lama, saya ingin sekali ke Copenhagen yang merupakan lokasi gelaran Conference of the Parties (COP) 15 yaitu kerja rutin United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang dilakukan sebagai tindak lanjut Protokol Kyoto.

But to be honest, yang bikin saya kepincut sama Denmark adalah foto bangunan warna-warni Nyhavn yang selalu saya lihat di website penerbangan dan akhirnya bisa saya abadikan sendiri. Alhamdulillah..

Seperti kita tahu, Denmark termasuk negara Skandanavia yang jadi idaman banyak orang untuk tinggal dan menetap di sana. Negara yang termasuk anggota Uni Eropa ini, sampai sekarang belum bergabung dalam Eurozone dan mata uangnya pun masih Danish Krone.

Negara ini selalu masuk dalam 10 besar negara dengan pendapatan tertinggi di dunia. Berdasarkan laporan majalah Forbes, Denmark memiliki iklim bisnis terbaik. Dari tahun 2006 sampai 2008, survey mengatakan Denmark adalah “tempat yang paling menyenangkan di dunia”, dipandang dari standar kesehatan, kesejahteraan, dan pendidikan. Sementara, survey Global Peace Index tahun 2009 mengatakan Denmark menduduki posisi negara paling damai kedua di dunia, setelah Selandia Baru. Di tahun 2009, Denmark adalah salah satu dari negara yang paling tidak korup di dunia berdasarkan Indeks Persepsi Korupsi, posisi kedua setelah Selandia Baru.

Fakta – fakta diatas tersebut saya alami secara nyata. Kesadaran pajak yang mereka bayarkan dialokasikan pemerintahnya dengan baik ke sektor publik dengan menyediakan fasilitas yang sangat baik dan berkualitas.

Dimulai dari langkah pertama saya di Copenhagen Airport – Københavns Lufthavn, Kastrup, the major airport for both Copenhagen, Denmark and Malmö, Sweden.

Segala berjalan lancar dalam proses pengecekan imigrasi, setelah say goodbye sama kenalan baru – satu cewe philipina yang akan Au Pair dikeluarga Denmark dan satu cewe Thailand yang akan menetap selama tiga bulan di copenhagen karena memiliki pacar orang Denmark yang dengan ramahnya mengajak saya jalan-jalan dengan pacarnya kalau saya lama di copenhagen (Sayangnya tidak) – Saya pun memulai segala petualangan saya di Denmark.

Alhamdulillah tidak sulit bertemu dengan mas Budi, WNI yang sudah lama bekerja di Denmark dan negara lainnya. Begitu keluar airport saya langsung mengenali keramahan wajah indonesia tersebut.

Kami pun langsung menuju kerumah Mas Budi. Mas Budi yang sangat well educated dan ramah banyak cerita tentang Denmark di setiap perjalanan. Dalam perjalanan, Mas Budi banyak bercerita tentang moda transportasi apa saja yang ada di Denmark dan yang bikin saya kaget ternyata orang Denmark GILA ASURANSI. Berbeda 180 derajat tentunya dengan orang Indonesia yang justru menghindari asuransi.

Dari mulai barang berharga mereka, pendidikan anak, sepedah jelek, sampai kacamata aja mereka asuransiin. Dari total besaran gaji mereka setahun, mungkin 3 bulan besar gajih mereka habis untuk asuransi. Yap, ada sepedah jelek banget yang saya lihat dan kata mas Budi itu di asuransikan juga. WOW. Yap karena meskipun tingkat kesejahteraan mereka yang sudah baik, kasus pencurian sepedah juga masih ada saja, yang menurut mereka dilakukan oleh para imigran.

Turun dari trem, kami pun berjalan sekitar 15 menit kerumah Mas Budi. Atmosfir udara dingin dan cuaca mendung kala itu, memang sering terjadi di Denmark. Hal itu kata Mas Budi menyebabkan tingkat bunuh diri di Denmark bisa dibilang tinggi loh. Buat yang lagi galau-galau jangan terbawa suasana yah kalau kesini, emang sendu banget. Hehehe

Saya pun teringat kehidupan saya di Ukraina yang masa itu musim salju dengan -9 derajat memiliki kemiripan dengan suasana spring-summer di Denmark. Sambil berjalan, teringat titipan seorang teman agar difotokan jalur sepedah dan yang berbau sepedah disetiap negara yang akan saya kunjungi. Ok, photo pertama saya tentang sepedah.

Banyak banget tempat parkir sepedah seperti dsamping, disetiap rumah, pertokoan, dll. Nanti saya post tempat parkir sepedah yang lebih  dahsyat yang saya lihat di belanda yah.

To be continued yah.. kiran mau cerita tentang kebebasan mas Budi yang memberikan ruang kreatif di kamar anaknya, Hagi, yang saya tempati selama disana (brikut dengan fotonya, yang sangat menginspiratif bagi saya untuk melakukan hal yang sama untuk anak saya kelak) dan segala diskusi bersama Mas Budi dan istrinya Mba Demi yang baik dan berwawasan itu, dan pola hidup mereka yang secara tidak langsung menyerap gaya hidup positif orang denmark

Love,

K

Disclaimer: Tulisan ini dibuat tahun 2011, jadi besar kemungkinan peringkat dan data sudah ada yang berubah. Sengaja ga saya rubah karena fakta tahun 2011 memang seperti itu adanya. Semoga tahun 2019 bisa berkunjung kembali ke Denmark dan menceritakan perkembangannya dan data-data yang didapat sesuai tahun kejadian yaa.. Aaaaminnnn

Share: